Selamat Jalan Kakak - kakak kelas XII dan Selamat Datang Para Wajah Baru ,Para Calon 'Rangers' SMAN 6 Lhokseumawe Tahun ini .
Sambutan Kami Selalu Ada Untuk Kalian , Pintu Kami Terbuka Untuk Kalian .
Smoga SMAN 6 ini Bisa Menjadi Wadah Untuk Kalian Berkreatifitas dan Meraih Mimpi Kalian ...
Aminn
Osis of Smansix
SMAN 6 Lhokseumawe
Kamis, 09 Juni 2011
Selasa, 17 Mei 2011
Kontroversi Perpisahan
Berita Hangat !!
Perpisahan yang Berlangsung pada tgl 7 mei 2011 hari sabtu kemarin,
mengundang beberapa Kontreversi antara Panitia Murid dan Panitia Guru ,Berdasarkan Pantauan SSC Mading dalam menyangkut efek dari inti permasalahan,disebabkan karen dia antara para guru banyak yang bernafsu untuk tampil diatas panggung,karena itu hanya sebagian penampilan yang telah lama dipersiapkan para siswa otomatis gagal ditampilkan,menurut Ketua OSIS ,hal ini disebabkan karena Seksi acara Guru kurang Profesional.
Perpisahan yang Berlangsung pada tgl 7 mei 2011 hari sabtu kemarin,
mengundang beberapa Kontreversi antara Panitia Murid dan Panitia Guru ,Berdasarkan Pantauan SSC Mading dalam menyangkut efek dari inti permasalahan,disebabkan karen dia antara para guru banyak yang bernafsu untuk tampil diatas panggung,karena itu hanya sebagian penampilan yang telah lama dipersiapkan para siswa otomatis gagal ditampilkan,menurut Ketua OSIS ,hal ini disebabkan karena Seksi acara Guru kurang Profesional.
Kontroversi Perpisahan
Berita Hangat !!
Perpisahan yang Berlangsung pada tgl 7 mei 2011 hari sabtu kemarin,
mengundang beberapa Kontreversi antara Panitia Murid dan Panitia Guru ,Berdasarkan Pantauan SSC Mading dalam menyangkut efek dari inti permasalahan,disebabkan karen dia antara para guru banyak yang bernafsu untuk tampil diatas panggung,karena itu hanya sebagian penampilan yang telah lama dipersiapkan para siswa otomatis gagal ditampilkan,menurut Ketua OSIS ,hal ini disebabkan karena Seksi acara Guru kurang Profesional.
Perpisahan yang Berlangsung pada tgl 7 mei 2011 hari sabtu kemarin,
mengundang beberapa Kontreversi antara Panitia Murid dan Panitia Guru ,Berdasarkan Pantauan SSC Mading dalam menyangkut efek dari inti permasalahan,disebabkan karen dia antara para guru banyak yang bernafsu untuk tampil diatas panggung,karena itu hanya sebagian penampilan yang telah lama dipersiapkan para siswa otomatis gagal ditampilkan,menurut Ketua OSIS ,hal ini disebabkan karena Seksi acara Guru kurang Profesional.
Jumat, 01 April 2011
Perpisahan Angkatan 2008-2009
Dengan Rahmat Allah S.W.T ,Kami dari Redaksi Smansix Comunity(S.S.C) dan Segenap Kru Mayora ingin membocorkan sedikit tentang diadakannya Acara perpisahan yang Termasuk dalam Agenda OSIS 2011.
Adapun Sedikit Butir-butir Hasil Meeting dengan Para Perwakilan Kelas XII.
antara lain :
a.Perpisahan dilaksanakan di Gedung ACC Unimal
b.Permintaan Penyewaan Alat Band akan disetujui jika Band lokal berjumlah -+10 Band
c.Mayoritas Panitia berasal dari siswa kelas XI
d.Bagi panitia setiap seksi memakai seragam berbeda pada hari acara.
e.Bagi anggota Osis yang juga anggota MAYORA Akan memakai baju batik spesial hasil jahitan sendiri.
d.Untuk mewujudkan agar acara kita berhasil,OSIS Akan mengutip dana dari seluruh siswa SMAN 6 LHOKSEUMAWE Sejumlah Rp.25.000-,Per-siswa bagi siswa kelas X,XI .
Adapun bagi siswa kelas XII dikutip dana sebesar Rp.20.000-, Per-Siswa.
Demikian Butir_butir Bocoran dari Hasil Rapat Hari kamis 31 Maret 2011.
Adapun Sedikit Butir-butir Hasil Meeting dengan Para Perwakilan Kelas XII.
antara lain :
a.Perpisahan dilaksanakan di Gedung ACC Unimal
b.Permintaan Penyewaan Alat Band akan disetujui jika Band lokal berjumlah -+10 Band
c.Mayoritas Panitia berasal dari siswa kelas XI
d.Bagi panitia setiap seksi memakai seragam berbeda pada hari acara.
e.Bagi anggota Osis yang juga anggota MAYORA Akan memakai baju batik spesial hasil jahitan sendiri.
d.Untuk mewujudkan agar acara kita berhasil,OSIS Akan mengutip dana dari seluruh siswa SMAN 6 LHOKSEUMAWE Sejumlah Rp.25.000-,Per-siswa bagi siswa kelas X,XI .
Adapun bagi siswa kelas XII dikutip dana sebesar Rp.20.000-, Per-Siswa.
Demikian Butir_butir Bocoran dari Hasil Rapat Hari kamis 31 Maret 2011.
Selasa, 22 Maret 2011
OSIS
Latar belakang berdirinya OSIS
Tujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Struktur organization
Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS terdiri atas:
* Ketua Pembina (biasanya Kepala Sekolah)
* Wakil Ketua Pembina (biasanya Wakil Kepala Sekolah)
* Pembina (biasanya guru yang ditunjuk oleh Sekolah)
* Ketua Umum
* Wakil Ketua I
* Wakil Ketua II
* Sekretaris Umum
* Sektetaris I
* Sekretaris II
* Bendahara
* Wakil Bendahara
* Ketua Sekretaris Bidang (sekbid) yang mengurusi setiap kegiatan siswa yang berhubungan dengan tanggung jawab bidangnya.
Dan biasanya dalam struktur kepengurusan OSIS memiliki beberapa pengurus yang bertugas khusus mengkoordinasikan masing-masing kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah.
Tujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Struktur organization
Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS terdiri atas:
* Ketua Pembina (biasanya Kepala Sekolah)
* Wakil Ketua Pembina (biasanya Wakil Kepala Sekolah)
* Pembina (biasanya guru yang ditunjuk oleh Sekolah)
* Ketua Umum
* Wakil Ketua I
* Wakil Ketua II
* Sekretaris Umum
* Sektetaris I
* Sekretaris II
* Bendahara
* Wakil Bendahara
* Ketua Sekretaris Bidang (sekbid) yang mengurusi setiap kegiatan siswa yang berhubungan dengan tanggung jawab bidangnya.
Dan biasanya dalam struktur kepengurusan OSIS memiliki beberapa pengurus yang bertugas khusus mengkoordinasikan masing-masing kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah.
8 Tips Manajemen dan Disiplin Kelas
Author:Reza rizki
Disiplin dan manajemen kelas saat proses belajar mengajar adalah suatu komponen penting untuk mengefektifkan pembelajaran. Disiplin dan manajemen kelas bukan hanya harus dipelajari oleh setiap guru tetapi juga harus dipraktekkan setiap hari. Berikut ini adalah beberapa tips yang mungkin dapat membantu guru untuk mendisiplinkan dan memanajemen kelas, sehingga interupsi dan gangguan pada proses belajar mengajar menjadi lebih berkurang.
Tips 1 Tonggak pada hari pertama masuk kelas
Sadarkah kita para guru, bahwa pada awal-awal pembelajaran di tahun ajaran baru atau awal semester kita sering melewatkan suatu hal yang amat penting? Ya, para guru sering lupa bahwa sebenarnya awal tahun ajaran baru dan awal semester baru dihari pertama kita masuk kelas adalah tonggak awal penerapan disiplin dengan membuat sebuah kesepakatan awal tentang tata tertib di kelas atau mata pelajaran kita. Jadi buatlah tata tertib dan disiplin yang disepakati bersama antara guru dan siswa.
Tips 2 Keadilan Amatlah Penting
Siswa sangat mampu merasakan adanya suatu keadilan atau ketidakadilan. Oleh karena itu, guru harus selalu bersikap adil kepada seluruh siswa tanpa kecuali. Bila guru tidak memperlakukan siswa secara adil satu sama lain, maka guru akan diberi cap sebagai guru pilih kasih. Akibatnya siswa tak akan mengikuti aturan-aturan yang guru buat. Yakinkan bahwa siswa terbaikpun bila melakukan kesalahan akan mendapatkan konsekuensi yang sama seperti siswa-siswa lain.
Tips 3 Tangani Gangguan Sesegera Mungkin
Saat guru mengalami gangguan dalam kelas saat proses pembelajaran sedang berlangsung, adalah sangat baik jika guru segera menanganinya selagi masih dalam taraf yang ringan. Teknik-teknik tertentu dapat digunakan agar pembelajaran dapat terus berjalan. Misalnya, guru dapat sambil tetap mempresentasikan suatu materi, berjalan ke arah sumber gangguan (siswa) lalu menggunakan isyarat-isyarat tertentu agar gangguan yang mereka timbulkan itu dihentikan. Guru juga dapat memberikan pertanyaan kepada siswa yang perilakunya tidak sesuai dengan kegiatan belajar agar ia kembali berfokus pada pembelajaran yang sedang berlangsung.
Tips 4 Hindari Konfrontasi Di Hadapan Siswa
Suatu saat bisa saja terjadi konfrontasi antara guru dengan salah satu siswa di dalam kelas karena siswa tersebut telah melakukan sesuatu yang bersifat melanggar disiplin atau norma kesopanan dan membuat “guru yang juga manusia” menjadi “marah”. Jika hal ini terjadi, jangan sampai guru berkonfrontasi di depan siswa-siswa lainnya. Meskipun siswa-siswa lain tersebut mungkin akan dapat memahami guru, tapi siswa yang berkonfrontasi dengan guru tersebut akan kehilangan muka dan menjadi pecundang di hadapan kawan-kawannya. Dengan demikian, guru bisa saja akan kehilangan kesempatan untuk mengajari siswa itu baik tentang disiplin, norma kesopanan, bahkan materi pelajaran. Cara terbaik adalah meminta waktu di luar jam belajar untuk berbicara dari hati ke hati dengan siswa tersebut.
Tips 5 Hentikan Gangguan dengan Sedikit Humor
Kadangkala ada perlunya setiap orang di dalam kelas dapat tertawa bebas. Untuk ini, guru dapat menggunakan humor-homor yang masih relevan dengan pembelajaran. Sayang sekali, pada penggunaan humor di dalam pembelajaran, guru sering tak dapat membedakan mana yang benar-benar humor dan mana kata-kata yang bersifat sarkasme (sindiran yang bisa menyinggung perasaan) dan mengarah para bullying. Sayang sekali, kenyataannya banyak guru yang sering membuat lelucon dengan menggunakan siswa sebagai bahan lelucon. Hati-hati, sesuatu yang guru dan siswa lain anggap lucu bisa saja bermakna pelecehan bagi siswa yang dijadikan bahan lelucon.
Tips 6 Beri Kepercayaan Pada Siswa
Berharaplah bahwa siswa akan berdisiplin dan memahami tata tertib di dalam pembelajaran guru. Dan yakinlah akan hal itu. Kepercayaan bahwa mereka mampu belajar dengan baik akan terpancar dari komunikasi nonverbal guru dengan sendirinya, bahwa siswa tetap “on the track”, tetap berada dalam kondisi belajar. Selain itu, tunjukkan juga kepercayaan itu dengan menggunakan komunikasi verbal (kata-kata) semisal: “Saya yakin, hari ini kita dapat belajar dengan baik. Karena itu bila ada hal-hal yang ingin didiskusikan, ungkapkan saja dengan terlebih dahulu mengangkat tangan.” Atau “Saya berharap semua bekerja di dalam kelompoknya masing-masing. Kalian dipersilakan untuk berdiskusi di dalam kelompok masing-masing, dengan suara yang tidak mengganggu kelompok lain yang juga sedang berdiskusi atau bekerja.”
Tips 7 Rencanakan Pembelajaran dengan Matang
Tinjau ulang lagi rencana pembelajaran yang akan digenjot. Hal ini butuh pemikiran mendalam sehingga pembelajaran tidak akan terstagnasi (macet). Terstagnasinya suatu pembelajaran karena adanya celah-celah pada setiap segmen pembelajaran dapat menyebabkan siswa hilang fokus dari kegiatan pembelajaran. Pertimbangkan matang-matang bagaimana peralihan dari suatu segmen kegiatan belajar dengan segmen kegiatan belajar lainnya.
Tips 8 Selalu Konsisten
Jika kita memutuskan suatu hal atau menjanjikan suatu hal kepada siswa, konsistenlah untuk melaksanakannya. Misalnya saja, jika guru telah berjanji minggu depan akan mengadakan ulangan, maka sesibuk apapun guru, ulangan harus tetap diadakan. Jika guru berjanji akan mengadakan praktikum, maka guru harus konsisten untuk melaksanakannya. Guru yang dengan mudah membatalkan janji atau melanggar kesepakatan yang telah dibuatnya di kelas bersama-sama siswanya akan tidak dihargai dengan baik oleh para siswa. Tak ada respek untuk guru macam ini.
Disiplin dan manajemen kelas saat proses belajar mengajar adalah suatu komponen penting untuk mengefektifkan pembelajaran. Disiplin dan manajemen kelas bukan hanya harus dipelajari oleh setiap guru tetapi juga harus dipraktekkan setiap hari. Berikut ini adalah beberapa tips yang mungkin dapat membantu guru untuk mendisiplinkan dan memanajemen kelas, sehingga interupsi dan gangguan pada proses belajar mengajar menjadi lebih berkurang.
Tips 1 Tonggak pada hari pertama masuk kelas
Sadarkah kita para guru, bahwa pada awal-awal pembelajaran di tahun ajaran baru atau awal semester kita sering melewatkan suatu hal yang amat penting? Ya, para guru sering lupa bahwa sebenarnya awal tahun ajaran baru dan awal semester baru dihari pertama kita masuk kelas adalah tonggak awal penerapan disiplin dengan membuat sebuah kesepakatan awal tentang tata tertib di kelas atau mata pelajaran kita. Jadi buatlah tata tertib dan disiplin yang disepakati bersama antara guru dan siswa.
Tips 2 Keadilan Amatlah Penting
Siswa sangat mampu merasakan adanya suatu keadilan atau ketidakadilan. Oleh karena itu, guru harus selalu bersikap adil kepada seluruh siswa tanpa kecuali. Bila guru tidak memperlakukan siswa secara adil satu sama lain, maka guru akan diberi cap sebagai guru pilih kasih. Akibatnya siswa tak akan mengikuti aturan-aturan yang guru buat. Yakinkan bahwa siswa terbaikpun bila melakukan kesalahan akan mendapatkan konsekuensi yang sama seperti siswa-siswa lain.
Tips 3 Tangani Gangguan Sesegera Mungkin
Saat guru mengalami gangguan dalam kelas saat proses pembelajaran sedang berlangsung, adalah sangat baik jika guru segera menanganinya selagi masih dalam taraf yang ringan. Teknik-teknik tertentu dapat digunakan agar pembelajaran dapat terus berjalan. Misalnya, guru dapat sambil tetap mempresentasikan suatu materi, berjalan ke arah sumber gangguan (siswa) lalu menggunakan isyarat-isyarat tertentu agar gangguan yang mereka timbulkan itu dihentikan. Guru juga dapat memberikan pertanyaan kepada siswa yang perilakunya tidak sesuai dengan kegiatan belajar agar ia kembali berfokus pada pembelajaran yang sedang berlangsung.
Tips 4 Hindari Konfrontasi Di Hadapan Siswa
Suatu saat bisa saja terjadi konfrontasi antara guru dengan salah satu siswa di dalam kelas karena siswa tersebut telah melakukan sesuatu yang bersifat melanggar disiplin atau norma kesopanan dan membuat “guru yang juga manusia” menjadi “marah”. Jika hal ini terjadi, jangan sampai guru berkonfrontasi di depan siswa-siswa lainnya. Meskipun siswa-siswa lain tersebut mungkin akan dapat memahami guru, tapi siswa yang berkonfrontasi dengan guru tersebut akan kehilangan muka dan menjadi pecundang di hadapan kawan-kawannya. Dengan demikian, guru bisa saja akan kehilangan kesempatan untuk mengajari siswa itu baik tentang disiplin, norma kesopanan, bahkan materi pelajaran. Cara terbaik adalah meminta waktu di luar jam belajar untuk berbicara dari hati ke hati dengan siswa tersebut.
Tips 5 Hentikan Gangguan dengan Sedikit Humor
Kadangkala ada perlunya setiap orang di dalam kelas dapat tertawa bebas. Untuk ini, guru dapat menggunakan humor-homor yang masih relevan dengan pembelajaran. Sayang sekali, pada penggunaan humor di dalam pembelajaran, guru sering tak dapat membedakan mana yang benar-benar humor dan mana kata-kata yang bersifat sarkasme (sindiran yang bisa menyinggung perasaan) dan mengarah para bullying. Sayang sekali, kenyataannya banyak guru yang sering membuat lelucon dengan menggunakan siswa sebagai bahan lelucon. Hati-hati, sesuatu yang guru dan siswa lain anggap lucu bisa saja bermakna pelecehan bagi siswa yang dijadikan bahan lelucon.
Tips 6 Beri Kepercayaan Pada Siswa
Berharaplah bahwa siswa akan berdisiplin dan memahami tata tertib di dalam pembelajaran guru. Dan yakinlah akan hal itu. Kepercayaan bahwa mereka mampu belajar dengan baik akan terpancar dari komunikasi nonverbal guru dengan sendirinya, bahwa siswa tetap “on the track”, tetap berada dalam kondisi belajar. Selain itu, tunjukkan juga kepercayaan itu dengan menggunakan komunikasi verbal (kata-kata) semisal: “Saya yakin, hari ini kita dapat belajar dengan baik. Karena itu bila ada hal-hal yang ingin didiskusikan, ungkapkan saja dengan terlebih dahulu mengangkat tangan.” Atau “Saya berharap semua bekerja di dalam kelompoknya masing-masing. Kalian dipersilakan untuk berdiskusi di dalam kelompok masing-masing, dengan suara yang tidak mengganggu kelompok lain yang juga sedang berdiskusi atau bekerja.”
Tips 7 Rencanakan Pembelajaran dengan Matang
Tinjau ulang lagi rencana pembelajaran yang akan digenjot. Hal ini butuh pemikiran mendalam sehingga pembelajaran tidak akan terstagnasi (macet). Terstagnasinya suatu pembelajaran karena adanya celah-celah pada setiap segmen pembelajaran dapat menyebabkan siswa hilang fokus dari kegiatan pembelajaran. Pertimbangkan matang-matang bagaimana peralihan dari suatu segmen kegiatan belajar dengan segmen kegiatan belajar lainnya.
Tips 8 Selalu Konsisten
Jika kita memutuskan suatu hal atau menjanjikan suatu hal kepada siswa, konsistenlah untuk melaksanakannya. Misalnya saja, jika guru telah berjanji minggu depan akan mengadakan ulangan, maka sesibuk apapun guru, ulangan harus tetap diadakan. Jika guru berjanji akan mengadakan praktikum, maka guru harus konsisten untuk melaksanakannya. Guru yang dengan mudah membatalkan janji atau melanggar kesepakatan yang telah dibuatnya di kelas bersama-sama siswanya akan tidak dihargai dengan baik oleh para siswa. Tak ada respek untuk guru macam ini.
Langganan:
Komentar (Atom)


